Foto ; Gubernur Bali Wayan Koster

 

DenpasarGuna mencegah adanya penyebaran Covid-19 terutama varian Omicron di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes). Apalagi dalam waktu dekat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

Begitu juga dengan situasi di Bali diharapkan untuk tetap kondusif dan aman selama Nataru. “Sesuai dengan instruksi Mendagri ya tentu ada ketentuan berkaitan dengan prokes, untuk menghindari penularan Covid-19, supaya tetap kondusif ya,” kata Koster saat Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (20/12).

 

Menurut dia, Pemprov Bali tetap akan melakukan pengawasan kegiatan saat libur Nataru. Meski demikian, pihaknya tidak akan melakukan patroli berlebihan saat malam pergantian tahun. Oleh karena, ia menghimbau kepada masyarakat, apabila ada yang ingin merayakan malam pergantian dirumah saja.

 

Begitu juga dengan dirinya yang akan melewati Tahun Baru di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. Ini dilakukan, guna memudahkan  koordinasi dengan stakeholder terkait dalam Nataru dan pengendalian Covid-19.

 

Menjelang liburan Nataru, Koster menyebutkan bahwa saat ini wisatawan domestik mendominasi kunjungan ke Bali. Bahkan diklaim mencapai puluhan ribu perharinya. “Wisatawan domestik rame, wah lebih dari 25 ribu per hari,” akunya.

 

Dengan banyaknya kunjungan wisatawan domestik, menjadi penyelamat perekonomian Bali. Pasalnya, sampai saat ini belum ada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Lantaran banyak negara yang menutup diri. “Ya bukan berharap, tapi belum, karena warga negaranya nggak bisa ke Bali,” tandasnya.

 

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada masyarakat Bali untuk tetap bersabar dan menahan diri. “Ya bagaimana negaranya masih nutup, ya sabar nggak sabar,” paparnya.

 

Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih meminta kepada Pemprov Bali untuk melakukan pembenahan destinasi wisata disetiap kabupaten/kota. Dikarenakan, selama Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini banyak destinasi yang perlu dibenahi. Jika melihat dari data kasus positif di Bali yang terus melandai, pihaknya optimis pariwisata Bali akan bangkit pada tahun 2022 mendatang. Salah satu indikasinya dengan digelarnya berbagai event-event tingkat nasional maupun internasional di Bali.

 

Guna menyambut hal tersebut, obyek-obyek wisata yang selama ini menjadi tempat kunjungan wisata baik domestik maupun asing harus diperbaiki. “Saya mengibaratkan, destinasi pariwisata di semua kabupaten kota di Bali ibaratkan telur emasnya Bali yang harus segera dipermak dan dipoles supaya bisa menarik lebih banyak kunjungan wisata dan bisa menghasilkan kontribusi ke PAD. Pemerintah harus berani mengeluarkan kocek mengalokasikan dana untuk melakukan pembenahan lebih dari 240 titik destinasi wisata baik yang sudah ada maupun yang baru bisa dikembangkan,” pungkasnya. Ry

SHARE THIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.