Foto ; Pelantikan pengurus Pengprov Lemkari Bali

 

Denpasar-Setelah terpilih dan terbentuk kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) pada akhirnya tahun 2020 lalu, susunan personalia Lemkari Bali dilantik oleh Ketua Umum PB Lemkari H. Leonardi Harmainy Datuk Bandaro Basa di Hotel Inna Heritage Denpasar, Sabtu (29/01). Pelantikan tersebut juga berbarengan dengan pelantikan kepengurusan Pengcab Lemkari kabupaten/kota se-Bali.

 

Meski sempat molor beberapa menit, pelantikan berlangsung khitmad dan menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) ketat. Hadir dalam pelantikan tersebut diantaranya,  Dewan Guru Shuseki Shihan Harried Tanning, Wakil Sekretaris I PB Lemkari Andy Retman Chaniago, Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, Ketua FORKI Bali, I Ketut Rochineng dan Perguruan Karate di Bali, dan 63 Dojo Lemkari se-Bali. 

Foto ; Ketua Umum PB Lemkari H. Leonardi Harmainy Datuk Bandaro Basa

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Lemkari Bali Leonardi Harmainy Datuk Basa menyebutkan saat ini ada 4 dari 6 pengurus PB Lemkari yang berasal dari Bali. Diantaranya, Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Wayan Guntur, Bendahara Umum Lemkari Bali Aryana Tan, Anggota Dewan Guru Wayan Ardika, dan Wasit bertaraf internasional Abdul Wahid. “Artinya kualitas mereka tidak diragukan lagi. Jadi harus dimanfaatkan untuk kemajuan Lemkari Bali,” ujarnya.

 

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI ini menyatakan, sampai saat ini sudah ada 25 Pengprov yang terbentuk pengurusannya. Namun, Bali menjadi yang kedua dalam hal pelantikan dan melaksanakan Rakerprov setelah Sumatera Barat. Termasuk juga dengan pelantikan yang dihadiri oleh Ketua Umum.  “Pelantikan ini adalah hal yang sangat bersejarah, dihadiri lengkap oleh semua pihak. Ini dilantik secara fisik yang kedua di Indonesia saya hadiri dari total 25 Provinsi yang menggelar Musprov,” jelasnya.

 

Selain itu, Leonardi menegaskan bahwa saat ini Lemkari yang dipimpinnya tersebut merupakan Lemkari yang sah dan legal secara hukum. Maka dari itu, pihaknya meminta kedepannya jangan ada konflik dalam organisasi. Hal itu dilakukan agar prestasi karateka tetap terjaga dengan baik.  “Kita sudah sah dan ada satu Lemkari di Provinsi Bali dipimpin I Wayan Muntra,” tegasnya seraya mendapat applaus dari peserta dan tamu undangan yang hadir.

Foto ; Ketua Pengprov Lemkari Bali I Wayan Muntra

Sementara itu, Ketua Pengprov Lemkari Bali I Wayan Muntra didampingi Ketua Panitia Rakerprov yang juga Sekretaris Lemkari Bali, I Made Perwira Duta usai dilantik mendapatkan DAN 4 jabatan. Muntra yang berprofesi sebagai Notaris ini mengakui jika proses pelantikan terlambat. Lantaran kondisi Pandemi Covid-19 yang belum stabil. “Kondisi Pandemi Covid -19, makanya baru saya lakukan proses pelantikan,” ujar Muntra. 

 

Muntra mengakui jika dirinya masih tergolong orang baru di Lemkari, sehingga masih perlu bimbingan dan belajar dari para senior. Lebih lanjut, kedepannya Lemkari Bali bersama Pengcab bisa merumuskan program-program kerja dan komitmen membawa organisasi semakin jaya. “Lewat Rakerprov nanti kita akan rumuskan program kerja kedepannya, saya komitmen Lemkari Bali akan lebih baik kedepannya. Saya akan gas ini, ibarat kendaraan ini saya akan isi Pertamax Turbo agar lebih kenceng larinya,” tegas Muntra.

 

Disisi lain, Ketua Umum Pengprov FORKI Bali, I Ketut Rochineng mengatakan acara pelantikan menjadi tradisi yang dilakukan dengan penuh makna. Diharapkan kedepannya, seluruh tugas dan program kerja bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. “Di depan mata Porprov sudah menunggu, semoga Karateka Lemkari bisa ambil bagian di masing – masing daerah dalam tampil di ajang Porprov,” tambahnya.

 

Terakhir, sebagai lembaga yang menaungi seluruh aliran karateka, Forki Bali memberikan apresiasi terhadap Lemkari Bali dibawah kepemimpinan Wayan Muntra. Dari sisi loyalitas, dedikasi, kapabilitas, Muntra tak perlu diragukan lagi. Terbukti, karateka Lemkari Bali juga aktif memberikan kontribusi positif di ajang PON XX 2020 di Papua dalam mewakili Bali. Ry

SHARE THIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.