Foto ; Ketua Pengprov Forki Bali Ketut Rochineng saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan dan Rakerprov Lemkari Bali

 

Denpasar-“Om swastiastu, Semeton titiang ring Bali, Sapunapi gara mogi santi sareng sami, Pakedek pakenyung, Selunglung sebayang taka, Ten wenten sane megerengan, Bali Santhi, ngaptiang sareng sami“. Itulah sepenggal lagu milik Ketua Forki Provinsi Bali Ketut Rochineng yang dinyanyikan saat memberikan sambutan pada Pelantikan dan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Lemkari Bali di Hotel Inna Haritage Denpasar, Sabtu (29/01).

 

Kehadiran Ketua Pengprov Forki Bali didampingi Sekretaris Forki dan Ketua KONI Bali Ketut Suwandi bersama Sekretaris KONI tersebut seakan-akan menjadi penguat keabsahan dan ‘pengakuan’ terhadap keberadaan Lemkari Bali yang sah. 

 

Disela-sela acara Pelantikan dan Rakerprov, Ketut Rochineng mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Pengurus Besar (PB) Forki di Jakarta. Dimana, dalam surat tersebut menyatakan bahwa Lemkari yang dipimpin oleh Leonardi Harmainy Datuk Bandaro Basa secara hukum dan legal adalah yang sah. Atas dasar itulah, untuk di Bali, Lemkari yang diketuai oleh I Wayan Muntra juga dinyatakan Legal.

 

“Kami kan menunggu surat dari Pusat (PB Forki). Suratnya keluar, dan ini yang dinyatakan sah dan legal secara hukum. Maka dari itu, saya diundang kesini, dan hadir,” katanya.

 

Anggota Komisi I DPRD Bali mengakui jika sebelumnya Lemkari sempat ada polemik dualisme. Meski demikian, ia tak ikut campur pada masalah internal tersebut. Oleh karenanya, ia mengaku akan menjalankan apa yang menjadi intruksi dan arahan dari PB Forki. Yakni dengan dikeluarkannya surat ketetapan PB FORKI Nomor 056 tentang Pengakuan Kepengurusan Lemkari yang sah berdasarkan Putusan MA Nomor 2528K.

 

“Kita tidak ikut dalam masalah internal Lemkari. Tapi kami mengacu pada surat dari PB Forki. Jadi kalau masalah internal, silahkan diselesaikan. Intinya kalau dari PB Forki, ya yang ini,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi yang juga hadir dalam pelantikan dan Rakerprov Lemkari Bali mengatakan, pihaknya meminta agar semua aliran perguruan karateka dirangkul. Agar kedepannya bisa memberikan prestasi dan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah.

 

Suwandi juga berharap agar Lemkari Bali tetap solid dan kompak serta membuat program-program pembinaan kepada para atlet. Mengingat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua lalu, kontingen karateka Bali mampu menyumbangkan 2 emas dan satu perunggu. Oleh karena itulah, pada PON tahun 2024 mendatang, KONI Bali menargetkan 4 emas dari cabang olahraga kareta. 

 

“Kami di KONI meminta agar Lemkari bisa merangkul semua aliran. Kita boleh berbeda tapi jangan sampai berkelahi. Untuk Lemkari Bali dan organisasi karateka lainnya bisa kompak dan solid sehingga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi,” pungkasnya. Ry

SHARE THIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.